Asam Kandis


Asam kandis (Garcinia xanthochymus) adalah pohon hijau abadi berukuran maksimum 15m yang berasal dari India. Ia masih sekerabat dengan manggis serta asam gelugur.
Tajuknya berbentuk seperti piramid, dengan batang utama tegak dan cabang-

cabang tumbuh mendatar, seperti pohon manggis. Daunnya lanset memanjang, sempit, panjang 12-24cm. Buahnya agak membulat, meruncing, dengan diameter mencampai 9cm, berwarna jingga pucat atau kuning pekat. Tumbuhan ini menyukai naungan dan suasana lembab. Pembungaan biasanya setelah masa kering yang cukup panjang (minimal tiga bulan) dan bisa berbunga dua kali setahun.
Asam kandis dimanfaatkan buahnya. Rasanya masam dan dijadikan bumbu dapur, selai, campuran kari, serta dibuat acar. Asam kandis banyak dipakai dalam masakan dari Sumatera. Asam kandis serta asam gelugur dapat diganti dengan kokum, bumbu yang dihasilkan dari tumbuhan sekerabat (G. indica). Pemanfaatan lain adalah sebagai sumber bahan pewarna.
Sinonimnya G. tinctoria, Xanthochymus pictorius.

Engglish
Kandis acid (Garcinia xanthochymus) is a maximum-sized evergreen tree 15m from India. He still sekerabat with mangosteen and gelugur acid.
Canopy shaped like a pyramid, with upright main stem and branches grow horizontally, such as the mangosteen tree. Lanceolate leaves are elongated, narrow, 12-24cm long. The fruit is somewhat rounded, tapered, with mencampai 9cm diameter, pale orange or yellow. This plant likes shade and moist atmosphere. Flowering usually after a long dry period (minimum three months) and can bloom twice a year.
Kandis acid fruit used. It was sour and used herbs, jams, curry mix, and made pickles. Kandis acid is widely used in the cuisine of Sumatra. Kandis and amino acids can be replaced with kokum gelugur, spice produced from plants sekerabat (G. indica). Other uses is as a source of dye.
Synonyms G. tinctoria, Xanthochymus pictorius.